Laman

Selasa, 04 Desember 2012

puisi kehidupan.


SEPERTI MALAIKAT BAGIKU
Seperti ada di dua kehidupan
Seperti hidup di dua dunia
Dua arti, dua makna
Sulit di percaya, karena tidak memahaminya
                Engkau yang membawaku kesana
                Menjebakku dalam satu kehidupan yang indah
                Tidak pantas aku kembali lagi
                Yang dulu seperti hancur
                                Sekarang aku merasakannya
                                Namun engkau jauh lagi
                                Kini aku ada dalam hidup baru
                                Terimahkasih engkau yang membriku hidup
                                                Tanpamu aku hidup seperti mati
                                                Namun aku heran, tidak tahu engkau siapa!
                                                Teman....... , bukan, sahabat........., bukan,
                                                Manusia atau malaikat,, itupun bukan yang aku rasakan
                                                Namun siapa,! Tidak tahu aku mengartikanmu
                                                                Kini terasa indah
                                                                Namun biarkan aku menderita
                                                                Kalu engkau ridha disisihku
                                                                Di bawah lembah indah yang kau buat
                                                                                Akankah berada disisihku!
                                                                                Seratus benteng yang menghalangi
                                                                                Karena aku tahu
                                                                                Dirimu pantas untukku namun dia yang lebih pantas untukmu

Minggu, 11 November 2012

memakai jilbab tapi seksi atau tidak memakai jilbab tapi tidak seksi?????


يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Dengan membaca beberapa penafsiran ulama tentang ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Ayat di atas secara tegas memerintahkan kepada wanita muslim untuk memakai jilbab dengan benar yakni menutup kepala, dada, dan bagian belakang sehingga tidak nampak aurat bagi wanita. Tetapi dengan melihat penafsiran kitab al-Misbah oleh M. Quraish Shihab memiliki pandangan yang bertolak belakang dari pandanga ulama tafsir lainnya. Beliau berpandangan sebagai berikut:
“Ayat di atas (yakni QS.Al-Ahzab ayat 59) tidak memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab, karena agaknya ketika itu sebagian mereka telah memakainya, hanya saja cara memakainya belum mendukung apa yang dikehendaki ayat ini. Kesan ini diperoleh dari redaksi ayat di atas yang menyatakan jilbab mereka dan yang diperintahkan adalah “Hendaklah mereka mengulurkannya.” Nah, terhadap mereka yang telah memakai jilbab, tentu lebih-lebih lagi yang belum memakainya, Allah berfirman: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.
Untuk mempertahankan pendapatnya, M. Quraish Shihab berargumen bahwa meskipun ayat tentang jilbab menggunakan redaksi perintah, tetapi bukan semua perintah dalam Al-Qur’an merupakan perintah wajib. Demikian pula, menurutnya hadits-hadits yang berbicara tentang perintah berjilbab bagi wanita adalah perintah dalam arti “sebaiknya” bukan seharusnya.
M. Qurash Shihab juga menulis hal ini dalam Tafsir Al-Misbah ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31. Di akhir tulisan tentang jilbab, M. Qurais Shihab menyimpulkan:
Memang, kita boleh berkata bahwa yang menutup seluruh badannya kecuali wajah dan (telapak) tangannya, menjalankan bunyi teks ayat itu, bahkan mungkin berlebih. Namun dalam saat yang sama kita tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan tangannya, bahwa mereka “secara pasti telah melanggar petunjuk agama.” Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.
Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa M. Quraish Shihab memiliki pendapat yang aneh dan ganjil mengenai ayat jilbab. Secara garis besar, pendapatnya dapat disimpulkan dalam tiga hal. Pertama, menurutnya jilbab adalah masalah khilafiyah. Kedua, ia menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi dan bahwa Al-Qur’an tidak menyebut batas aurat. Ketiga, ia memandang bahwa perintah jilbab itu bersifat anjuran dan bukan keharusan, serta lebih merupakan budaya lokal Arab daripada kewajiban agama. Betulkah kesimpulannya tersebut? Tulisan ini mencoba untuk mengkritisinya.(lihat: http://fokammsi.wordpress.com/2008/04/23/jilbab-dalam-pandangan-al-qur%E2%80%99an/)
Dengan beberapa pendapat tentang jilbab diatas dan membandingkan keaadaan wanita muslim sekarang dengan mengambil pertanyaan yang mendasar “Manakah yang lebih baik wanita yang mengenakan jilbab tapi masih kelihatan seksi atau wanita yang tidak memakai jilbab tapi penampilannya tidak mengundang hal-hal yang negatif yakni tidak seksi?.
Jika seorang wanita yang memakai jilbab dengan baik dan benar yakni sudah tidak kelihatan seksi maka itu memenuhi perintah al-qur’an yakni senada dengan pendapat ulama yang mewajibkan jilbab.
Tapi kalau seorang wanita yang memakai jilbab namun masih kelihatan seksi(masi bisa di terawan auaratnya), apakah senada dengan pendapat ulama tersebut yang memerintahkan memakai jilbab dengan baik dan benar-benar menutupi aurat. Secara logika wanita muslim yang tidak memakai jilbab dan penampilanya tidak seksi yakni biasa saja itu bisa dikatakan lebih baik daripada wanita yang memakai jilbab tapi seksi. Kalau begitu adanya pendapat M.Quraish shihab yang tidak mewajibkan jilbab bagi wanita muslim itu bisa dikatakan benar dengan dalil : wanita yang tidak mengenakan jilbab dan tidak kelihatan seksi yakni tidak menarik perhatian lebih baik daripada wanita yang mengenakan jilbab tapi kelihatan seksi.
Jadi kalau ingin memakai jilbab pakailah dengan benar dan betul-betul menutupi aurat.

Minggu, 04 November 2012

mengingat masa laluku

Hidup ini di bekali motifasi untuk berjuang mencapai tujuan dengan berbagai tahap perjalanan. Awal aq di lahirkan di permuakaan bumi ini melaluli rahim IBU tercinta yang telah berada d alam kubur jauh meninggalkanku (semoga ampunan dan rahmat Allah menyertainya.....AMIN), kini dirikulah yang menentukan nasibku dan berharap Allah menuntunku di jalan yang lurus.
Penulis ingin bercerita yang berawal dari langkah kaki di pondok pesantren Perguruan Islam Ganra yang bertempat di kec.Ganra kab.Soppeng. Awal aq masuk pondok pada tahun 2004 dengan jenjang pendidikan madrasah tsanawiyah, karena sebagai angkatan pertama di pesantren ini yang bisa di katakan pesantren baru karena berdirinya pada tahun 2004 yang artinya saya dan beberapa sahabatq yang menjadi angkatan pertama pada saat itu, dengan penuh tanya di dalam qalbu, "kayak gimanasih pesantren itu". Hari dami hari saya lalui bersama beberapa sahabat dan sahabatwati, sedikit gambaran, kami di bangunkan subuh untuk shalat subuh dan di lanjutkan dengan pengajian kira-kira sampai jam 06:00, setelah itu santri dan santri wati pun melakukan persiapan untuk pergi sekolah, mandi, makan bersama, dan berangkat bersama ke scholl (cie.... dah tommi bhs inggrisku dikit... wkwkwk). Selesai belajar, bermain, bercanda di sekolah kami pun melangkah pulang ke pondok untuk shalat dhuhur dan ganti pakean untuk pergi makan siang bersama setelah kami warnai refresing kami dengan berbagai hal, da santri yang tidur, da yang pergi main (kelereng, lari-larian dll), hingga tibah saatnya shalat ashar, para santri dan santri watipun melangkah ke mushallah/aula untuk sahalat berjamaah dan di lanjutkan dengan pengajian, da yang belajar bhs,arab, da yang belajar bhs.inggris, da yang menghafal al-qur'an termasuk aq aq lho yng ikut hafal qur'an,(cie sombong,,,,,, tidaklah sekedar pemberitahuan, wkwkwk). Hingga sampai jam 05:00 tibah saatnya bagi kami untuk olahraga, seperti main bola, main bola pimpong, dll. tp ada juga lo sebagian teman yg tdk mau olahra maunya hanya ngemil cemilan d kantinnya Hede,(duh teringat lagi klo aq sering hutang,,,,, hehehe). Dengan puasnya menikmati refresing bunyi panggilan untuk shalat magrib pun tibah, dan kami pun berlomba untuk pergi mandi untuk pergi shalat magrib dan mengikuti pengajian sampai isya. Setelah shalat isya, kami pergi makan malam di dapur dan setelahnya istirahat alias tidur sampai subuh kembali. tulah sedikit gambaran kegiatan aq di pesantren selama 6 tahun, walaupun masih banyak kenangan yang belum sempat penulis paparkan yang di karnakan situasi dan kondisi. Sebelum penulis tutup dah ucapan terimahkasi dan permohonan maaf kepada:

        guru-guru dan tokoh-tokoh pembesar pesantren yang sempat membimbing saya dan teman-temanq selama di pesantren
1. uzt. Asiz Bulan yg sempat membina kami
2. uzt Muh. Ikram
3. uzt Awal
4. Bapak H. As'ad
5. Bapak mas'uleng
6. Anggo
7. Pak As'ad
8. uzt Amir jannatin
9. Ibu kasmawati
10.Ibu radiyah
11. dan segenap pembina  kami di pesantren
       
      kepada segenap guru-guru MTs, SMP, Aliyah, MIS, SD
       kepada para petugas dapur
       kepada penjaga kanting
     kepada teman-tema semua

TERIMAH KASIH DAN MAHON MAAF ATAS SEGALA KHILAF.
kami moohon krik dan sarannya,